Jakarta (KABARIN) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memberikan vitamin berupa elektrolit anti-stres kepada hewan kurban di tempat penampungan menjelang perayaan Idul Adha.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakbar Tanti saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis, mengatakan hewan kurban yang dibawa dari daerah lain ke Jakarta membutuhkan adaptasi dengan kondisi lingkungan atau atmosfer Jakarta.
"Kita ada pemberian vitamin. Pemberian vitamin itu elektrolit sebagai anti-stres hewan, karena kan hewan itu dari luar kota, jadi butuh beradaptasi," kata Tanti.
Vitamin elektrolit itu, kata dia, diberikan melalui minuman hewan dengan konsentrasi yang terukur.
"Itu kita kasih elektrolit lewat minumannya. Jadi, satu gram itu untuk dua liter air," ujar Tanti.
Sementara itu, apabila ditemukan hewan kurban yang sakit, maka pihaknya menerapkan isolasi bagi hewan tersebut.
"Itu harus dipisahkan dari hewan-hewan yang sehat. Jadi, ada kandang isolasi untuk dipisahkan, dikasih pengobatan sampai benar-benar sehat, baru bisa digabung lagi," tutur Tanti.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakbar telah melakukan pemeriksaan hewan kurban di Tempat Penampungan Hewan Kurban (TpnHK) di kawasan Kemanggisan, Palmerah, pada Kamis.
Pemeriksaan itu meliputi legalitas dan kondisi fisik hewan kurban, serta kelayakan tempat penampungan.
"Pertama, kita cek kelengkapan dokumen, mulai dari sertifikat veterinernya, kemudian Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal," ungkap Tanti.
Selanjutnya, kata dia, kondisi fisik hewan juga diperiksa, mulai dari umur hingga kondisi mulut.
"Kalau cukup umur itu, kita cek giginya. Sudah gupak atau belum? Kalau misalnya sudah gupak, berarti hewan kurban tersebut sudah bisa dijadikan hewan kurban. Kemudian, kita lakukan pelayanan kesehatan ke hewan kurbannya," imbuh Tanti.
Selain itu, kondisi TPnHK juga turut diinspeksi untuk mengantisipasi dampak limbah dari tempat penampungan itu terhadap lingkungan dan permukiman sekitar.
"Misalnya, kita periksa jarak TPnHK dari permukiman, pembuangan limbahnya gimana, dan yang penting juga tempatnya harus teduh atau punya atap buat hewan kurbannya," papar Tanti.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026